Si Banyak Sujud
A |
li Bin Husain memang belia, namun masyarakat boleh berbangga. Kota itu telah mendapatkan pemuda yang tiada tandingannya dari Bani Hasyim. Karena keutamaannya itulah, Ali Bin Husain mendapat gelar Zainal Abidin (Hiasan para ahli surga). Sedemikian populernya gelas itu hingga kaumnya melupakan nama aslinya Ali Bin Husain.
Jika sujud, Ali Zainal Abidin sangat lama tenggelam dalam keasyikan di hadapan Allah SWT. Karena itu, penduduk Madinah memberinya gelar As Sajjad (Si Banyak Sujud). Dalam hal kesucian, kebersihan jiwa dan kemurnian hatinya ia telah mencapai tingkatan yang tinggi pula hingga mendapat gelar Az-Zakiy ( Yang Bersuci Hati ). Zainal Abidin menyakini bahwa “ Jantung “ ibadah adalah do’a. Ia sering berdo,a sambil bergantung pada tirai ka’bah.
Suatu ketika Thawus Bin Kaisan pernah melihatnya berdiri di bawah bayang-bayang Ka’bah meratap penuh kegelisahan seakan-akan sedang berada di ambang kehancuran. Ali Zainal Abidin menangis tersedu-sedu dan berdo’a meminta perlindungan Allah SWT. Setelah selesai berdo’a Ali Zainal Abidin didekati oleh Thawus Bin Kaisan dan berkata “ Wahai cucu Rasulullah, Aku melihatmu meratapi keadaan dirimu pada hal engkau mempunyai tiga keutamaan yang aku yakin itu akan meyelamatkanmu dari ketakutan itu”. Ali Zainal Abidin bertanya kepada Thawus Bin Kaisan “ Apa tiga keutamaan itu, wahai Thawus ?”. Thawus Bin Kaisan menjawab :
Pertama, Engkau adalah cucu Rasulullah SAW, Kedua, Engkau mendapat syafaat dari kakekmu dan, Ketiga, Engkau mendapatkan rahmat Allah SWT. Ali Zainal Abidin menjawab “ Sekalipun aku keturunan Rasulullah SAW namun itu tak menjadikanku aman dari siksa Allah SWT setelah aku mendengar firman Allah SWT “ Manakala sangkakala ditiup, tidak ada lagi pertalian keturunan di antara mereka pada hari kiamat itu (QS. Al Mukmin 101))”
Adapun tentang syafaat kakekku kepadaku, Allah menegaskan dalam firmannya “ Yaitu mereka tidak akan meberkan syafaat melainkan kepada orang yang diridhoi Allah (QS. Al Anbiya 28)
Dan tentang rahmat Allah itu, akan diberikan kepada orang-orang yang selalu berbuat kebaikan sebagaimana firmannya “ Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik “(QS. Al A’raf 56)
0 komentar:
Posting Komentar